Assalamualaikum WR.WB...:)Welcome To "APN" BLOG :)...

Minggu, 20 Januari 2013

Hitung Jenis Leukosit


a.      Tujuan : Untuk menegetahui jenis-jenis leukosit dalam hapusan darah tepi untuk 
menegakkan suatu diagnosis.
b.      Metode: Hapusan Darah Tepi
c.       Alat dan bahan:
1.      Darah EDTA
2.      Cat Giemsa Induk
3.      Buffer Phospat ph 10
4.      Objek glass
5.      Pipet tetes
6.      Mikroskop
7.      Oil Imersi
8.      Rak pewarnaan
9.      Alkohol 96 %
d.      Langkah kerja :
1.      Membuat hapusan darah tepi yang baik (mempunyai daerah yang tebal dan tipis)
2.      Mengering udarakan hapusan darah
3.      Memfiksir hapusan darah dengan cara menggenangi dengan  alkohol 96% selama 1-2 menit
4.      Membuang genangan alkohol 96 %
5.      Menggenangi dengan cat giemsa siap pakai selama 20-40 menit
6.      Membuang genangan dan membilasnya dengannya air mengalir
7.      Mengering udarakan hapusan darah
8.      Melihat hapusan darah dibawah mikroskop dengan perbesaran 100x
9.      Menghitung setiap leukosit yang dijumpai dan mengidentifikasi setiap jenisnya
e.       Nilai normal :
1.      Eosinofil   : 1-3 %
2.      Basofil      : 0-1 %
3.      Stab          : 2-4 %
4.      Segmen    : 50-65 %
5.      Limfosit   : 26-40 %
6.      Monosit    : 4-10 %
f.       Cara menghitung hapusan darah :
1.      Lihat di mikroskopdenganperbesaran 100x
2.      Amati hapusandarah secara teratur dan golongkan jenis leukositnya .
3.      Laporkan hasil apabila sudah benar dan jumlahnya pas 100

Contoh :

Jenis leukosit
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
jumlah
Eusinofil











Basofil











Stab











Segmen











Limposit











Monosit












10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
100


Hitung eosinofil


a.      Tujuan : untuk menegakkan diagnosa penyakit-penyakit tertentu yang dapat
dideteksi dari kanaikan atau penurunan eosinofil.
b.      Prinsip : eosinofil dihitung tersendiri dengan larutan pengencer yang dapat
mewarnai eosinofil. Sel-sel leukosit yang lain serta eritrosit lysis perhitungan didasarkan atas penipisan dan volume cairan dalam kamar hitung.
c.       Spesiment : darah vena + EDTA
d.      Alat dan bahan :
1.      Pipet thoma leukosit
2.      Kamar hitung
3.      Petridish
4.      Kertas tissue
5.      Mikroskop
6.      Larutan dungren (1 bagian aseton, 1 bagian eosinofil, 8 bagian aquadest)
e.       Prosedur kerja :
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2.      Menghomogenkan spesiment
3.      Menghisap spesiment dengan pipet thoma leko sampai tanda 1 kemudian sisusul larutan pengencer dungren sampai tanda 11
4.      Mengocok pipet thoma 3-5 menit
5.      Meletakkan kamar hitung pada petridish dengan dasar tissue basah
6.      Mengocok lagi pipet tersebut kemudian cairan dibuang 405 tetes pertama
7.      Meneteskannya pada kamar hitung (9 kamar hitung)
8.      Membiarkannya selama 15 menit
9.      Menghitungnya pada mikroskop pada perbesaran 40x (pada seluruh kamar hitung)

Macam-macam Jenis Leukosit

Jenis Leukosit dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Granulosit , meliputi : Eosinofil, Basofil dan Neutrofil (stab dan segmen)
2.      Agranulosit , meliputi : Limfosit dan Monosit.
Granulosit
a.      Eosinofil
Ciri-ciri Eosinofil yaitu :
·         Granula padat dan kasar
·         Granula berwarna merah
·         Inti berada ditengah
·         Inti terdiri dari 2 lobus
Sel ini (eosinofil) berperan dalam gangguan infeksi dan dalam memerangi infeksi parasit. Peningkatan pada jumlah eosinofil berhubungan dengan :
·         Reaksi alergi
·         Parasit infeksi
·         Infeksi kulit kronis
·         Kanker
Penurunan jumlah eosinofil berhubungan dengan :
·         Stress
·         Steroid (obat anti radang)

b.      Basofil
Ciri-ciri Basofil yaitu :
·         Granula lebih kasar
·         Granula berwarna biru
·         Inti tidak bersegmen
Sel ini (basofil) dapat mencerna bakteri dan benda asing lainnya serta memiliki beberapa peran dalam reaksi alergi. Peningkatan pada jumlah Basofil berhubungan dengan:
·      Kanker
·      Reaksi alergi
·      Infeksi
Penurunan  pada jumlah Basofil berhubungan dengan :
·      Stress
·      Beberapa alergi
·      Hipertiroidisme (gondok)

c.       Neutrofil
Sel ini merupakan sel yang paling umum ditemukan di leukosit dan berfungsi sebagai pertahanan utama terhadap infeksi. Peningkatan pada jumlah neutrofil berhubungan dengan :
·         Udara serius akibat infeksi
                                               I.     Stab
Ciri-ciri stab yaitu :
·      Granula halus
·      Granula berwarna ungu
·      Inti terdiri dari bagian yang sama, lekukan tidak lebih dari  bagian
                                            II.     Segmen
Ciri-ciri segmen yaitu :
·      Granula halus
·      Granula berwarna ungu
·         Inti terdiri dari 3-8 lobus

Agranulosit
a.      Monosit
Ciri-ciri Monosit yaitu :
·         Tidak bergranula
·         Inti berbentuk seperti otak atau ginjal
·         Merupakan sel yang paling besar
Sel ini (monosit) berperan dalam peradangan, infeksi, menelan dan mencerna bahan asing.Peningkatan pada jumlah Monosit berhubungan dengan :
·      Pemulihan dari infeksi akut
·      Infeksi akibat virus (viral)
·      Infeksi parasit
·      Penyakit kolagen
·      Kanker
Penurunan pada jumlah Monosit berhubungan dengan :
·       Inveksi HIV
·       Romatik Artristis
·       Steroid
·       Kanker

b.      Limfosit
Ciri-ciri Limfosit yaitu :
·         Tidak bergranula
·         Berwarna ungu
·         Inti hampir memenuhi sel berbentuk bulat dan padat

Sel-sel ini berperan terhadap inveksi atau peradangan.Peningkatan pada jumlah Limfosit berhubungan dengan :
·         Infeksi virus
·         Infeksi bakteri
·         Kanker
Penurunan pada jumlah Limfosit berhubungan dengan :
·         Steroid, imunodefisiensi                              
·         Gagal ginjal
·         Kanker, lupus